Kue yang tak hanya dibuat dengan cinta namun juga dengan bahan-bahan premium pilihan untuk menciptakan Lapis legit yang benar-benar enak dan juga mengesankan. Pertama kali dan satu-satunya ada wingko didalam lapis legit, Semarang Wingkorolls bukanlah sekedar lezat saja namun juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh seperti karbohidrat, protein, Mineral besi, vitamin C, Asam folat, Kalium dan fosfor. Paduan antara wingko (kelapa) dengan bahan utama premium lainnya dari kelima varian Semarang Wingkorolls seperti kacang, keju, coklat dan green tea benar-benar pas !

Baker

Follow Us:
+39 02 87 21 43 19
Mon - Fri: 07:00 am - 05:00 pm

Blog

Termasuk 5 Besar Destinasi Wisata, Kota Semarang Dilirik Negara Eropa

Delegasi Uni Eropa kunjungi Kota Semarang

Kinerja Pemerintah Kota Semarang dalam membenahi sektor pariwisatanya, nampak mulai membuahkah hasil Sobat Wingko. Hal tersebut terlihat, usai kunjungan delegasi Uni Eropa ke Kota Semarang (24/1) lalu.

Delegasi Uni Eropa yang dipimpin oleh HE Vincent Guerend tersebut, disambut langsung oleh Wali Kota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi. Rombongan dari Benua Biru itu, terdiri dari beberapa Duta Besar negara anggota Uni Eropa tersebut, adalah untuk menjalin hubungan kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah dan juga Kota Semarang.

Delegasi yang hadir di Balai Kota Semarang berjumlah 14 orang dari 11 negara Uni Eropa, diantaranya duta dari Austria, Belgia, Kroasia, Denmark, Jerman, Irlandia, Italia, Prancis, Swedia dan UK. Ketua rombongan HE Vincent Guerend menjelaskan, bahwa negara-ngara Uni Eropa terlibat aktif di Semarang dan di beberapa kota di Jawa Tengah melalui project-project sosial dan melalui perusahaan-perusahaan di isu urban development atau pengembangan perkotaan yang menjadi concern Uni Eropa serta beberapa isu lainnya.

Pada kesempatan tersebut,  Bapak Hendrar Prihadi juga berkesempatan untuk memberikan paparan sekilas tentang Kota Semarang, yang kini tengah giat mempromosikan aspek pariwisata agar bisa semakin dikenal. Dengan demikian, nantinya akan semakin menarik investasi masuk mengembangkan Kota Semarang.

Wali Kota Semarang juga menjelaskan, bahwa letak strategis Kota Semarang yang berada di tengah-tengah Pulau Jawa, sehingga menjadi jalur yang selalu dilalui transportasi baik dari Ibu Kota Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi mendetail tentang berbagai aspek Kota Semarang, di mana Pemkot Semarang memiliki komitmen kuat untuk menjaga keragaman budaya, agama dan etnis.

Sebagai Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang telah memperbaiki dan menambahkan berbagai fasilitas infrastruktur transportasi darat, laut dan udara sudah agar sanggup melayani tingginya traffic dari berbagai kepentingan, baik bisnis ataupun pariwisata dengan kondisi geografis dan topografi yang unik. Berbagai pencapaian Kota Semarang baik secara teknologi, infrastruktur dan program-program sosial merupakan komitmen Pemkot Semarang untuk memberikan pelayanan publik yang baik dan mewujudkan pemerintahan yang stabil.

“Semarang sudah menjadi 5 besar destinasi wisata. Semarang mempunyai tiga kegiatan besar yaitu Manufacture, Agriculture dan Tourism,” jelas Bapak Hendrar Prihadi, seperti dilansir semarangkota.go.id.

Sementara itu, dari pihak Uni Eropa sendiri, kunjungan 2 hari di Kota Semarang ini, diharapkan dapat mendorong pertukaran dengan pemerintah daerah, kalangan bisnis, akademisi dan organisasi masyarakat sipil di Jawa Tengah.

“Kami bekerjasama dengan Indonesia pada bidang-bidang yang menjadi perhatian bersama seperti pendidikan, perlindungan lingkungan, perdagangan dan investasi, serta tata pemerintahan yang baik. Oleh karena itu sangatlah berguna untuk kami saling bertukar pandangan mengenai berbagai topik tersebut. Kunjungan ke Semarang ini memiliki pula dimensi khusus, yakni mendedikasikan pada pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan hak para penyandang disabilitas,” ujar Dubes Uni Eropa, Vincent Guérend, seperti dilansir eeas.europa.eu.

Kota Semarang sendiri merupakan satu dari dua kota di Indonesia yang terpilih untuk bekerjasama dengan dua kota di Eropa yakni Zagreb, Kroasia dan Seville, Spanyol melalui program kerja sama perkotaan dengan bantuan Uni Eropa.

Kemudian acara berlanjut dengan diskusi bersama para tokoh masyarakat dan agama, serta perwakilan organisasi-organisasi kemasyarakatan lokal. Beberapa topik utama dari diskusi tersebut antara lain adalah tentang lingkungan hidup, perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia, tata pemerintahan yang baik, toleransi antar agama dan pluralisme, serta pendidikan.

Tak ketinggalan pula, para diplomat Uni Eropa ini juga berkunjung ke Kampung Pelangi di Randusari  yang merupakan bagian dari pembangunan Semarang Smart City. Selain itu, sejumlah pertemuan juga digelar delgasi Uni Eropa seperti bersama Perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jateng dan civitas akademika Universitas Diponegoro.

Dalam akhir kunjungannya, para diplomat menemui para penerima bantuan dari proyek “Inklusi Indonesia” yang didukung Uni Eropa, di pusat pengembangan rehabilitasi berbasis masyarakat di Mateseh, Tembalang, Semarang. Tujuan dari proyek ini adalah melawan diskriminasi terhadap perempuan dan anak-anak penyandang disabilitas.

Gravida feugiat nascetur adipiscing metus dolor a cum class curae cum consectetur vel in ut phasellus commodo vestibulum adipiscing nam fringilla scelerisque.

POST A COMMENT