Kue yang tak hanya dibuat dengan cinta namun juga dengan bahan-bahan premium pilihan untuk menciptakan Lapis legit yang benar-benar enak dan juga mengesankan. Pertama kali dan satu-satunya ada wingko didalam lapis legit, Semarang Wingkorolls bukanlah sekedar lezat saja namun juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh seperti karbohidrat, protein, Mineral besi, vitamin C, Asam folat, Kalium dan fosfor. Paduan antara wingko (kelapa) dengan bahan utama premium lainnya dari kelima varian Semarang Wingkorolls seperti kacang, keju, coklat dan green tea benar-benar pas !

Baker

Follow Us:
+39 02 87 21 43 19
Mon - Fri: 07:00 am - 05:00 pm

Blog

Telah Berusia Ratusan Tahun, Masjid Layur Semarang Tetap Berdiri Kokoh

Masjid Layur Semarang

Saat Sobat Wingko sedang jalan-jalan di kawasan Kota Lama Semarang, kemungkinan akan melihat sebuah bangunan kuno yang bentuknya mirip dengan mercusuar. Namun siapa sangka, kalo bangunan tersebut ternyata bukanlah mercusuar Sobat Wingko. Melainkan masjid yang menjadi rumah ibadah bagi umat Muslim, yang oleh masyarakat Kota Semarang disebut dengan Masjid Layur.

Masjid Layur merupakan salah satu bangunan kuno yang ada di kawsan Kota Lama Semarang, tepatnya di Jalan Layur, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara. Masjid ini juga disebut dengan Masjid Menara Kampung Melayu. Tempat ini dulu sering disebut dengan “Arabische Kamp”, karena banyaknya warga pendatang keturunan Arab yang mayoritas berasal dari Hadramut, Yaman.

Jadi begini Sobat Wingko, sejarah dari Masjid Layur ini cukuplah panjang. Bangunan masjid yang cukup kecil ini, terlihat cukup aneh memang dengan adanya menara yang begitu tinggi. Namun ternyata, menara tinggi ini dulunya memang berfungsi sebagai menara mercusuar Sobat Wingko. Begitu pelabuhan Semarang dipindahkan, maka fungsi bangunan dan mercusuar turut berganti.

Pada tahun 1800-an, bangunan mercusuar beserta kantor pelabuhan yang sudah tidak digunakan ini, dialihfungsikan dan dibangun kembali oleh saudagar asal Yaman menjadi sebuah masjid, yang akhirnya digunakan warga sekitar untuk menjalankan sholat lima waktu dalam sehari-hari. Jadi, bisa dikatakan kalau Masjid Menara ini menjadi masjid tertua di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Adanya menara Masjid Layur ini, juga menjadi simbol dari kampung Melayu Semarang. Bentuk atap Masjid Layur ini tidaklah berbentuk kubah seperti kebanyakan masjid di Indonesia, melainkan tumpang susun terdiri dari tiga lapis dengan bangunan ciri khas Jawa. Itulah mengapa bentuk bangunan utama masjid ini tidak seperti bentuk masjid pada umumnya.Sedangkan gaya arsitekturnya, Masjid Layur ini merupakan percampuran dari tiga etnis sekaligus yakni, Jawa, Melayu, dan Arab.

Secara keseluruhan, Masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perubahan yang dilakukan oleh pihak Yayasan Masjid saat ini, seperti misalnya penggantian atap ijuk menjadi atap genteng,menaikan pondasi lantai dan penambahan ruang pengelola. Hingga saat ini, Masjid Layur yang sudah berusia ratusan tahun masih berdiri kokoh dan berfungsi sebagai tempat ibadah sehari-hari. Ancaman serius bagi masjid ini adalah banjir dan rob yang sering terjadi di kawasan Kampung Melayu.

Gravida feugiat nascetur adipiscing metus dolor a cum class curae cum consectetur vel in ut phasellus commodo vestibulum adipiscing nam fringilla scelerisque.

POST A COMMENT