Kue yang tak hanya dibuat dengan cinta namun juga dengan bahan-bahan premium pilihan untuk menciptakan Lapis legit yang benar-benar enak dan juga mengesankan. Pertama kali dan satu-satunya ada wingko didalam lapis legit, Semarang Wingkorolls bukanlah sekedar lezat saja namun juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh seperti karbohidrat, protein, Mineral besi, vitamin C, Asam folat, Kalium dan fosfor. Paduan antara wingko (kelapa) dengan bahan utama premium lainnya dari kelima varian Semarang Wingkorolls seperti kacang, keju, coklat dan green tea benar-benar pas !

Baker

Follow Us:
+39 02 87 21 43 19
Mon - Fri: 07:00 am - 05:00 pm

Blog

Inilah Kisah Dibalik Berdirinya Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah

Setelah sebelumnya mengulas tentang Masjid Agung Kauman Semarang, kini Semarang Wingkorolls akan membahas tentang Masjid Agung Jawa Tengah. Kedua rumah ibadah bagi Umat Islam ini, diibaratkan sebagai dua sisi mata uang. Ketika membicarakan Masjid Agung Jawa Tengah, maka tidak bisa lepas dari Masjid Agung Kauman Semarang. Kok bisa gitu?.

Jadi begini Sobat Wingko, adanya Masjid Agung Jawa Tengah juga berkat Masjid Agung Kauman Semarang. Di mana saat itu, Masjid Agung Kauman yang berada di Jalan Alon-alon Barat, mempunyai tanah Banda Masjid seluas 119,1270 ha. Lahan tersebut dikelola oleh Badan  Kesejahteraan Masjid (BKM), sebuah organisasi bentukan Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Departemen Agama.

Nah, dengan alasan tidak produktif, maka lahan seluas 119,1270 ha itu ditukar guling (ruislag) oleh BKM dengan tanah seluas 250 hektare di Kabupaten Demak melalui PT. Sambirejo yang kemudian berpindah kepada PT. Tens Indo Tjipto Siswojo. Singkat cerita, proses ruilslag ternyata tidak berjalan mulus, di mana lahan yang ada di Demak, ternyata sebagian sudah ada jadi laut, sungai, kuburan dan lain-lain. Alhasil, Tanah Banda Masjid Agung Kauman Semarang hilang, raib akibat dikelola oleh manusia-manusia jahat dan tidak amanah. Subhanallah.

Pihak BKM Masjid Agung Kauman akhirnya memutusakan untuk menempuh jalur hukum, untuk memperjuangkan tanah banda masjid. Mulai dari Pengadilan Negeri Semarang, hingga Kasasi di Mahkamah Agung, tapi hasilnya selalu kalah. Melihat demikian, seluruh lapisan masyarakat Semarang pun bersatu untuk memperjuangkan tanah banda masjid.

Puji syukur Alhamdulillah Sobat Wingko, hasil tak pernah menghianati proses. Tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang kembali, maka dibangunlah Masjid Agung Jawa Tengah di atas salah satu petak tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang yang telah kembali.

Pada Juni 2001, dibentuklah Tim Koordinasi Pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah untuk menangani masalah-masalah baik yang mendasar maupun teknis. Berkat niat yang luhur dan silaturahmi yang erat dari semua pihak. Dalam waktu kerja yang amat singkat, keputusan-keputusan pokok sudah dapat ditentukan, mulai dari status tanah, persetujuan pembiayaan dari APBD oleh DPRD Jawa Tengah, hingga pemiilhan lahan tapak dan program ruang.

Tepat pada Jumat 6 September 2002, hari di mana pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan oleh Menteri Agama Republik Indonesiadan  Gubernur Jawa Tengah kala itu. Pemasangan tiang pancang pertama tersebut, juga dihadiri oleh tujuh duta besar dari negara-negara sahabat, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina, dan Abu Dhabi. Pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah pun menyita perhatian dunia internasional, khususnya negar-negara Islam yang menjadi sahabat Indonesia.

Hingga akhirnya pada 14 November 2006, Masjid Agung Jawa Tengah yang begitu megahnya diresmikan oleh Presiden ke-6 Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudoyono. Masjid Agung Jawa Tengah berdiri di atas lahan seluas 10 Hektar, dengan luas bangunan 7.669 meter persegi, dan biaya secara keseluruhan mencapai 198.692.340.000 rupiah. Maa Syaa Allah, sungguh luar biasa perjuangan umat muslim Semarang dan Jawa Tengah ini. Semoga kita semua, termasuk Sobat Wingko, rajin untuk beribadah di masjid megah yang terletak di Jalan Gajahraya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah : 18)

Gravida feugiat nascetur adipiscing metus dolor a cum class curae cum consectetur vel in ut phasellus commodo vestibulum adipiscing nam fringilla scelerisque.

POST A COMMENT