Kue kekinian yang tak hanya dibuat dengan cinta namun juga dengan bahan-bahan premium pilihan untuk menciptakan Lapis legit yang benar-benar enak dan juga mengesankan. Pertama kali dan satu-satunya ada wingko didalam lapis legit, Semarang Wingkorolls bukanlah sekedar lezat saja namun juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh seperti karbohidrat, protein, Mineral besi, vitamin C, Asam folat, Kalium dan fosfor. Paduan antara wingko (kelapa) dengan bahan utama premium lainnya dari kelima varian Semarang Wingkorolls seperti kacang, keju, coklat dan green tea benar-benar pas !

Baker

Follow Us:
+39 02 87 21 43 19
Mon - Fri: 07:00 am - 05:00 pm

Blog

5 LANDMARK KOTA SEMARANG

Sobat Wingko, Semarang merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia. Kota yang berada di pesisir utara Pulau Jawa ini telah berusia 470 tahun. Sebagai ibukota dari Provinsi Jawa Tengah, Semarang memiliki cuaca yang panas. Meski demikian, Semarang sangat layak menjadi tujuan destinasi dari para wisatawan, baik lokal maupun asing. Banyaknya bangunan bersejarah dan modern di Semarang, tentunya menjadi salah satu tujuan wisatawan dalam berlibur. Berikut adalah beberapa landmark yang wajib dikunjungi ketika berada di Kota Semarang;

  1. Lawang Sewu

Salah satu bangunan bersejarah yang berada di Kota Semarang adalah Lawang Sewu. Bangunan yang terletak di kawasan Tugu Muda ini, dibangun dalam kurun waktu tahun 1904-1907. Masyarakat Semarang menyebutnya Lawang Sewu (Pintu Seribu), lantaran bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, sekalipun pada kenyataannya jumlahnya tidak mencapai seribu. Selain itu, Lawang Sewu juga memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Lawang Sewu dulunya merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS pada saat Indonesia dijajah oleh Belanda. Setelah Indonesia meraih kemerdekaannya, bangunan kuno dan megah berlantai dua tersebut, digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Lawang Sewu juga pernah digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro), dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.

Kini, Lawang Sewu menjadi salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi., sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Semarang nomor 650/50/1992.

  1. Tugu Muda

Dari sebrang Lawang Sewu, terdapat munomen bernama Tugu Muda. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang pada tahun 1945. Dibangunnya Tugu Muda ini untuk menggambarkan tentang semangat juang dan patriotisme warga Semarang. Khususnya para pemuda yang begitu gigih serta rela berkorban dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, dengan melawan tentara Jepang di Semarang pada masa transisi kekuasaan ke Belanda yang terjadi pada 15–19 Oktober 1945.

Tugu Muda merupakan monumen yang berbentuk seperti lilin, melambangkan semangat para pejuang yang tak akan pernah padam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tugu Muda yang berpenampang segi lima, terdiri dari 3 bagian (landasan, badan dan kepala). Pada bagian kaki dari tugu yang terbuat dari batu ini, terdapat relief dengan lima buah sangga pilar, yaitu relief Hongerodeem, relief Pertempuran, relief Penyerangan, relief Korban, dan relief Kemenangan.

  1. Simpang Lima

Sebagai salah satu metropolitan di Indonesia, tentunya Semarang memiliki aktivitas jalan raya yang padat dan cenderung macet. Simpang Lima menjadi salah satu area kepadatan lalu lalang jalan raya di Semarang. Simpang Lima adalah sebuah lapangan bernama lapangan Pancasila yang berada di pusat Kota Semarang. Simpang lima merupakan pertemuan dari lima jalan yang menyatu, yaitu jalan Pahlawan, jalan Pandanaran, jalan Ahmad Yani, jalan Gajah Mada dan jalan A Dahlan.

Di sekitar Simpang Lima terdapat berbagai hotel-hotel berbintang dan pusat perbelanjaan, sehingga membuat Simpang Lima menjadi pusat keramaian warga Semarang. Simpang Lima juga sering menjadi venue event-event besar, baik lokal maupun nasional.

  1. Masjid Agung

Dengan jumlah penduduk yang mayoritas Muslim, Kota Semarang memiliki Masjid Agung sebagai salah satu ikon keagamaan yang patut dibanggakan. Masjid yang dibangun pada tahun 2001-2006 ini, berdiri di atas lahan 10 hektare. Masjid Agung Jawa Tengah merupakan masjid provinsi Jawa Tengah, yang di resmikan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006.

Masjid Agung Jawa Tengah diarsiteki oleh Ir. H. Ahmad Fanani yang memberikan sentuhan arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Beratap lima yang menjadi khas bangunan Jawa mmerupakan bangunan utama masjid. Di bagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter beserta dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter. Sementara gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar di pelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Athena dihiasi kaligrafi-kaligrafi yang indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul. Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 meter.

Selain sebagai tempat beribadah umat muslim, Masjid Agung Jawa Tengah juga  disiapkan sebagai objek wisata religius. Untuk menunjang hal tersebut, maka ini dilengkapi dengan wisma penginapan dengan kapasitas 23 kamar berbagai kelas. Sementara pada serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi dengan 6 payung elektrik seperti yang ada di Masjid Nabawi, Arab Saudi, dengan tinggi 20 meter dan diameter 14 meter. Payung elektrik dibuka setiap salat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot.

  1. Klenteng Sam Po Kong

Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang, terdapat sebuah bangunan bernama Klenteng Sam Po Kong. Tempat tersebut merupakan sebuah petilasan, atau dengan kata lain adalah bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok yang beragama Islam bernama Zheng He / Cheng Ho. Tanda yang menunjukan bahwa tempat tersebut merupakan bekas petilasan yang keislamanan, karena ditemukannya tulisan berbunyi “Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur’an”.

Klenteng Sam Po Kong juga disebut Gedung Batu, lantaran bentuknya merupakan sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Orang Indonesia keturunan Cina pun menganggap bangunan itu adalah sebuah klenteng, mengingat bentuknya memiliki arsitektur bangunan Cina dan sebuah klenteng. Saat ini, Klenteng Sam Po Kong dijadikan sebagai tempat untuk peringatan dan bersembahyang, serta tempat untuk berziarah.

Gimana Sobat Wingko, keren bukan Kota Semarang ini. Jadi buat kamu yang belum ke Semarang, buruan ke sini dan jangan lupa mampir ke outlet Semarang Wingkorolls ya.

Gravida feugiat nascetur adipiscing metus dolor a cum class curae cum consectetur vel in ut phasellus commodo vestibulum adipiscing nam fringilla scelerisque.

Sorry, the comment form is closed at this time.